Garut, BEDAnews
Mengunjungi objek wisata Situ Bagendit bukanlah hal yang sulit. Jalan aspal mulus semenjak dari kota Garut memungkin segala macam jenis kendaran bisa digunakan untuk menuju kesana.
Nama Situ Bagendit sendiri bersal dari legenda rakyat setempat. Situ artinya danau kecil, sedangkan Bagendit diambil dari nama Nyai Endit. Nyai Endit adalah seorang janda kaya raya, tamak, serakah, dan sok kuasa di desanya. Karena ketamakannya, suatu hari seorang pengemis tua memberinya pelajaran. Akibatnya rumah dan segala harta kekayaan Nyai Endit hanyut oleh air.
Kepala UPTD ODTW Situ Bagendit, Heri Restu kepada BEDAnews.com, Senin (15/4/2013) mengatakan, Objek wisata ini memiliki potensi pemandangan alam yang cukup menarik, sebuah danau besar dengan latar belakang gunung yang menjulang tinggi terselimuti awan di bagian atasnya nampak indah dipandang mata. Beberapa rakit terbuat dari bambu dengan atap dan tempat duduknya yang berwarna-warni, siap mengantar pengunjung untuk mengarungi danau.
Tidak hanya rakit, perahu kecil berbentuk angsa dan kano juga disediakan bagi mereka yang ingin lebih privasi dalam menikmati perjalanan melintasi danau. Sekumpulan bunga teratai tampak bermekaran disalah satu sudut danau.
Sementara di tepi danau sendiri, tampak beberapa pengunjung asyik melemparkan kail, berharap mendapatkan ikan. Sekelompok pengunjung asik berteduh dibawah pepohonan rindang sambil menggelar tikar dan menyantap bekal.
Sebuah kereta api mini juga tersedia sebagai salah satu bentuk lain dari hiburan yang ada. Namun sayangnya, jalur yang dilewati tidaklah jauh dan kurang menarik, karena hanya berputar-putar dalam jarak yang pendek dan memutari tempat yang dipenuhi oleh pengunjung dan penjaja/pedagang kaki-lima.
Kemana saja kereta itu berputar masih bisa dilihat dari berbagai tempat, suatu bukti bahwa pemandangan yang ditawarkan saat menaiki kereta api tersebut nggak jauh beda dari orang yang hanya sekedar duduk atau berdiri dilokasi tersebut.
Seandainya rute yang dilalui kereta api tersebut lebih jauh lagi, katakanlah memutari Situ Bagendit atau cukup separuhnya saja tentulah akan lebih menarik lagi untuk dicoba.
Heri meminta agar pemerintah kabupaten dan Pemprov Jawa Barat memberikan perhatian terhadap ODTW Bagendit tersebut, baik sarana maupun prasarananya, karena hingga saat ini di obyek wisata tersebut belum dilakukan penaataan kearah pengembangan. Maka wajar bila ODTW ini sepi pengunjung, ujarnya. (Sighar)











