Garut, BEDAnews
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMKN 1 Kabupaten Garut, Senin (15/4) tak semulus seperti yang diharapkan. Pasalnya dari 27 paket amplop yang berisi soal dan lembar jawaban, 2 amplop diantaranya ternyata berisi soal dan lembaran jawaban fotocopian.
Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johan Arifin membenarkan hal tersebut. Pihaknya menerima 27 paket amplop namun 2 amplop diantaranya tidak disegel dan hanya di lem saja, yang kemudian diketahui bukan berisi soal dan lembar jawaban asli alias fotocopian, sehingga untuk pelaksanaan UN tersebut pihaknya kekurangan 40 naskah soal dan lembar jawaban.
“Paket naskah UN itu langsung distribusikan dari rayon SMK 3 Garut. Sekolahnya tidak berbuat banyak dan membagikanya naskah UN dari Fotocopian kepada 40 peserta UN di ruang 01 dan 02,” kata Dadang saat ditemui BEDAnews.com, Senin (15/4).
Dadang mengkhawatirkan jika penggunaan naskah UN hasil dari fotocopi ini akan mengganggu terhadap proses penilaian UN. Karena mengerjakan UN tanpa naskah dan lembar jawaban asli menghambat terhadap penilaian, katanya.
"Saya kira ini human error, tidak mungkin sampai 40 soal atau 2 kelas tidak ada, kan data untuk UN ini sudah masuk sejak jauh jauh hari, dengan soal dan lembar jawaban fotocopian ini akan memberi dampak psikologis pada anak,” ujar Dadang.
Kecerobohan lain yang ditemukan adalah salah cetak dalam soal dan lembar jawaban yang disatukan formatnya ini, soal hari pertama yaitu bahasa Indonesia, lembar jawabannya pun seharusnya bahasa Indonesia, namun dilapangan ditemukan soal bahasa Indonesia namun lembar jawaban bahasa Inggris, sehingga panitia kelabakan dan akhirnya memfotocopi format yang benar untuk diberikan kepada siswa. (Sighar/Yuyus)











