Bandung, BEDAnews
Terbatasnya fungsi lahan kebun atau sawah di Kota Bandung, bukan masalah jika bisa menggunakan lahan yang ada dan sempit dengan cara menerapkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), dan Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP).
Sebenarnya menurut wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, untuk masalah urban farming (red: tanaman perkotaan) sudah bukan menjadi hal yang baru bagi Kota Bandung, dimana pemanfaatan lahan pekarang atau urban farming di Kota Bandung sendiri, saat ini sudah ada. Minimal dalam 1 kelurahan.
"Saya sendiri sudah sejak 2005 melakukan urban farming diawali dengan 500 polibag cabe dan alhamdulillah dari hasilnya bagi saya pribadi tidak bisa dianggap main-main karena memang lumayan besar," ujar Ayi dalam sambutannya saat sosialisasi P2KP dan M-KRPL, yang di selenggarakan di Gedung Korpri Jl. Turangga, Senin (15/4).
Bagi warga yang akan mulai melakukan urban farming, Ayi menyarankan untuk bisa langsung menghubungi dinas pertanian dan ketahapan pangan kota Bandung atau pun menghubunginya. "Ada stimulus dari dinas pertanian, bisa berupa bibit, dan lainnya," terang Ayi.
Nampak hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nani Dada Rosada dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dedi Mulya. (Bd)











