“Kemasan acara Xpose Uncensored, bukan lagi produk jurnalisme, tetapi bagian dari kejahatan pikiran yang tidak hanya merendahkan dunia pesantren mengarahkan publik untuk melihat pesantren seakan sebagai pusat pembodohan dan pemerasan, sungguh jahat pola pikir Trans7,” kata Salim dengan nada marah.
Lebih lanjut, Noor Salim mengatakan bahwa, tayangan Xpose Uncensored Trans7 adalah propaganda kebencian terhadap tradisi keilmuan di pondok pesantren.
“Tayangan dan narasi dalam acara Xpose Uncensored Trans7, merupakan propaganda kebencian terhadap tradisi pesantren yang secara istiqamah telah menempatkan adab diatas ilmu,” tambah Salim.
Guru sejarah tersebut juga mempertanyakan, Apakah Trans7 kehabisan bahan tayang sampai mengganggu ruang- ruang suci yang memang tidak bisa dijangkau logika untung-rugi?












