Karena itu, seorang jenderal negarawan tidak membangun kehormatannya dengan berlindung di balik kebesaran orang lain. Ia tidak membutuhkan kedekatan dengan kekuasaan untuk merasa besar. Ia tidak menjadikan siapa yang berkuasa sebagai ukuran kebenaran.
Ia berdiri dengan prinsipnya sendiri.
Ada masa ketika kekuasaan berada di satu tangan. Ada masa ketika konfigurasi berubah. Orang datang dan pergi. Jabatan berganti. Namun seorang pemimpin yang memiliki prinsip tidak ikut berubah hanya karena arah angin berubah.
Ia memahami satu hal yang mendasar: jabatan adalah tempat untuk mengabdi, bukan tempat untuk berlindung.
*TIDAK MEMINTA KEPADA KEKUASAAN*
“Kau kaya, aku tak minta.”
Bagi saya, kalimat ini berbicara tentang martabat.













