Sebab jenderal adalah pangkat, sedangkan negarawan adalah watak.
Seorang jenderal mungkin memiliki kewenangan untuk memimpin pasukan. Namun seorang jenderal negarawan harus terlebih dahulu mampu memimpin dirinya sendiri: menundukkan ego, menjaga kehormatan, mengendalikan ambisi, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Di situlah sesungguhnya wibawa bermula.
*TIDAK BERLINDUNG DI BALIK KEBESARAN*
“Kau besar, aku tak berlindung.”
Ini bukan berarti seorang jenderal menolak penghormatan atau mengingkari struktur komando. Justru dalam kehidupan militer, hierarki dan loyalitas adalah bagian penting dari disiplin.
Tetapi loyalitas yang sehat memiliki batas moral.
Seorang prajurit loyal kepada negara, kepada konstitusi, kepada institusi, dan kepada tugas yang diamanahkan kepadanya. Loyalitas bukan alasan untuk kehilangan akal sehat dan hati nurani.













