Karena ia sadar: negara bukan milik seorang jenderal. Negara adalah milik rakyat.
*PENUTUP*
Bangsa ini akan selalu membutuhkan prajurit yang kuat. Tetapi lebih dari itu, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang kuat sekaligus memiliki batas moral.
Sebab kekuatan tanpa kebijaksanaan dapat melukai.
Kekuasaan tanpa integritas dapat menyimpang.
Dan keberanian tanpa kerendahan hati dapat berubah menjadi kesombongan.
Karena itu, pesan “Di atas ada Allah, di bawah ada tanah” sesungguhnya merupakan barometer etika bagi siapa pun yang menerima amanah kepemimpinan.
Di atas ada Allah maka jangan pernah merasa paling tinggi.
Di bawah ada tanah maka jangan pernah lupa dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali.













