Di tengah-tengahnya ada manusia dengan pangkat, kewenangan, tanggung jawab, dan segala keterbatasannya.
Maka seorang jenderal negarawan harus mampu berdiri di antara dua kesadaran itu: tunduk kepada Tuhan dan tegak menjaga kehormatan bangsa.
Pada akhirnya, seorang jenderal tidak akan dikenang karena seberapa banyak orang yang takut kepadanya.
Ia akan dikenang karena seberapa banyak orang yang merasa aman ketika ia memimpin.
Bukan karena seberapa lama ia memegang jabatan.
Melainkan karena seberapa baik ia menjaga amanah.
Bukan karena seberapa tinggi bintang yang pernah berada di pundaknya.
Melainkan karena seberapa tinggi integritas yang tetap berada di dalam dirinya ketika bintang itu telah dilepaskan.













