Bintang hanyalah simbol.
Kehormatan berada pada keputusan-keputusan yang dibuat ketika tidak ada kamera yang merekam, ketika tidak ada tepuk tangan yang terdengar, dan ketika tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia memilih kepentingan pribadi atau kepentingan bangsa.
Di situlah karakter diuji.
Seorang jenderal negarawan tidak harus selalu berbicara keras. Ia tidak perlu menunjukkan dirinya paling benar. Bahkan semakin matang seseorang, semakin ia memahami bahwa ketegasan tidak membutuhkan kemarahan dan kewibawaan tidak membutuhkan kesombongan.
Ia hadir dengan ketenangan.
Ia berbicara dengan ukuran.
Ia mengambil keputusan dengan pertimbangan.
Dan ketika waktunya tiba untuk menyerahkan kewenangan, ia mampu pergi tanpa membawa dendam, tanpa menuntut balas, dan tanpa merasa bahwa negara kehilangan dirinya.













