Melabeli suatu daerah menjadi desa wisata sekilas memang bagus seakan pemerintah memperhatikan dan ikut andil mendorong pertumbuhan ekonomi di tempat tersebut. Industri-industri kecil memang butuh dukungan dari negara bukan saja modal untuk bisa bertahan tetapi hasil produk yang mereka hasilkan harus ada yang menampung atau mempromosikan agar laku di pasaran bahkan sampai bisa mencapai peluang untuk ekspor.
Hal ini selaras dengan program SDGs yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkesinambungan. Pembangunan tanpa henti yang akan berlanjut dari generasi ke generasi untuk mewujudkan desa tanpa kemiskinan, kelaparan, layak air bersih dan sanitasi serta pembangunan infrastruktur dan inovasi yang dibutuhkan. Sayangnya program tersebut datang dari negara kuffar yang ingin menguasai aset negeri ini. Konsep yang termaktub dalam SGDs tak lebih dari upaya Barat mengeruk kekayaan Indonesia dengan menjadikan rakyat sebagai alat.













