“Dengan adanya identitas politik menjadi hal yang paling ‘murah’ untuk bisa dijual dalam ajang perpolitikan salah satunya dengan intoleransi,” terangnya.
“Jadi perlu juga menilik persoalan radikalisme dari para elit politik,” sambung Mohammad.
Ia mengingatkan, Kota Bandung punya banyak catatan kelam dalam hal intoleransi.
Parisada Hindu Dharma Jabar, Yeni Ernita Kusumawardani merujuk pidato Bung Karno bawa persoalan lebih sulit melawan bangsa sendiri.
“Hari-hari jni demikianlah yang terjadi,” ucap Yeni.
Ia mengatakan, banyak persoalan sederhana yang dapat ditilik menjadi salah satu penyebab paham radikal mudah mengakar di masyarakat Indonesia.
“Contoh dari persoalan tidak mengenal lagu kebangsaan dengan baik, kurangnya kebanggaan dan kecintaan terhadap negara dan bangsa Indonesia,” urai Yeni.












