Peristiwa

Dengan Pengelolaan Model Wisata, Pasar Wage Siap Hadapi Penilaian Adipura II

Purwokerto, BEDAnews.com

            Menghadapi penilaian Kota Adipura yang kedua tahun 2014-2015 jajaran personel/petugas pasar wage Purwokerto secara rutin selalu memantau setiap tempat, ruang dan sudut-sudut lokasi yang tersebar diseputar pasar agar kebersihan, ketertiban dan kenyamanan tetap terpelihara, termasuk keamanannya.

            “Sebagai pengelola pasar kami berkewajiban untuk memantau, mengawasi dan membina terhadap para pedagang secara kontinyu agar mereka selalu hidup bersih, tertib dan nyaman,” ujar Kepala UPT Pasar Wage Purwokerto, Sudarto, S.Sos.MSi saat ditemui Wartawan diruang kerjanya pekan lalu.

            Untuk menciptakan visi tersebut, dia sudah melakukan peningkatan dan pembenahan serta kerjasama dengan instansi lingkungan hidup dan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas untuk mendapatkan dukungan berupa tanaman hias dan tanaman lindung untuk ditanam ditempat-tempat yang strategis.

            “Pengertian strategis yaitu dengan memanfaatkan teras dan tempat-tempat tertentu dengan cara menanam di pot-pot besar dan kecil sesuai dengan besar kecilnya tanaman,” jelasnya “Argomini yang sudah ada juga kita benahi lagi agar menjadi lebih indah dipandang”.

            Diperoleh keterangan, jumlah jenis tanaman hias dan lindung berupa pucuk merah dan buah-buahan serta tanaman langka agar lebih bervariasi sebanyak 200 pohon/tanaman dari dinas pertanian dan lingkungan hidup yang juga memberikan bantuan 50 tempat sampah untuk menganti tempat-tempat sampah yang sudah rusak.

            “Untuk pemeliharaan berbagai jenis tanaman dalam pot-pot ini ditangani secara rutin dan berkesinambungan dengan menggunakan pupuk kompos dan pupuk buatan sendiri yang terbina dan diawasi oleh dinas lingkungan hidup,” jelas Sudarto.

Diakui, sarana utama Pasar Wage dalam pengelolaannya memang ditangani dengan model pasar wisata supaya pembeli dan penjual merasa aman, nyaman, sehat dan bersih. Agar para personel pengelolaan Pasar Wage dalam melaksanakan tugas masing-masing selalu taat dan disiplin, dilakukan pembinaan secara rutin melalui kegiatan apel bersama setiap tanggal 2 pagi awal bulan ± 30 menit sekaligus untuk menciptakan silaturahmi antar personell. “Bila ada yang sakit supaya diliburkan untuk istirahat dirumahnya sampai sembuh dan benar-benar sedah sehat dan bekerja kembali,” ujar Sudarto mengakhiri perbincangannya. (Widoyo/Agles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close