Teknologi digital sejatinya hanyalah alat bantu. Validasi digital perlu dipadukan kembali dengan ketelitian tradisi sanad masa lalu. Sebab, memahami sabda Nabi bukan sekadar urusan menemukan teks di layar sentuh, melainkan menjaga kejujuran dan mata rantai kebenaran agar tidak tersapu oleh derasnya arus disinformasi modern.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta,
– Dosen STAI Yogyakarta,
– Pengasuh Pesantren Latifah Mubarokiyah Bantul,
– Ketua Harian Paguyuban Keluarga Pasir se-Dunia (PKPD),
– Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN).













