“Terima kasih atas segala pengabdian untuk bangsa dan negara. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi bagian dari amal kebaikan dan membawa keberkahan dalam perjalanan berikutnya,” ucapnya.
Bagi Haji Ninong, pada akhirnya pergantian pemimpin bukan tentang siapa yang datang dan siapa yang pergi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana amanah tetap berjalan dan pelayanan kepada rakyat tidak pernah berhenti.
Sebab bagi masyarakat, nama dan pangkat seorang pejabat mungkin hanya dikenal dari pemberitaan. Namun rasa aman yang mereka rasakan, pertolongan yang mereka terima, serta keadilan yang mereka harapkan akan jauh lebih lama tinggal dalam ingatan.
Dari Kotamobagu, Haji Ninong menitipkan pesan sederhana untuk pemimpin baru Polri: jaga amanah, dekat dengan rakyat dan jangan pernah kehilangan sisi kemanusiaan dalam menjalankan kekuasaan. (Red).













