Integrasi Tarif Salah satu persoalan klasik transportasi antarmoda adalah transfer penalty. LRT memiliki jadwal relatif pasti. Feeder yang datang tidak menentu membuat kepastian itu kehilangan nilai. Bayangkan seseorang tiba dengan LRT dalam waktu yang tepat, kemudian harus menunggu feeder 20 atau 30 menit. Dari perspektif pengguna, perjalanan tersebut tetap dianggap tidak efisien. Karena itu, integrasi Palembang harus bergerak dari integrasi moda menuju integrasi perjalanan. Feeder perlu dirancang mengikuti jadwal kedatangan LRT pada simpul tertentu. Informasi waktu nyata perlu tersedia. Peta jaringan seharusnya dipahami sebagai satu sistem, bukan peta masing-masing operator. Tujuannya sederhana one journey, one information system, minimum waiting, minimum transfer penalty.













