Karena itu, di tengah berbagai isu geopolitik yang menyita perhatian dunia, saya memandang Pesta Petani yang digelar Presiden di Gorontalo bukan sekadar sebuah seremoni. Di balik panggung dan perayaan itu tersimpan pesan yang jauh lebih besar: bahwa masa depan Indonesia sesungguhnya sedang dipertaruhkan di sektor yang sering dianggap biasa, yakni pertanian.
Pertanyaan mendasarnya sederhana. Apakah kita sungguh-sungguh memandang petani sebagai pilar strategis bangsa, atau masih menempatkan mereka sekadar sebagai pelengkap narasi pembangunan?
Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan arah Indonesia beberapa dekade ke depan.
*Ketika Pangan Menjadi Instrumen Kekuatan*
Jika abad ke-20 ditandai oleh perebutan wilayah, ideologi, dan sumber energi, maka abad ke-21 semakin memperlihatkan persaingan atas tiga hal yang jauh lebih mendasar: pangan, air, dan energi.













