BANDUNG. BEDAnews.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, mengkritik lambatnya penyelesaian program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jawa Barat yang hingga saat ini baru mencapai 90 persen dari target 2.600 unit pada tahun 2024. Menurut Daddy, angka tersebut tergolong kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Anggarannya untuk satu unit sekitar Rp20 juta. Harusnya ini bisa diselesaikan hingga 100 persen. Jumlahnya pun sedikit jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya,” ujar Daddy saat ditemui di Ruang Pimpinan Bapemperda DPRD Jawa Barat, Rabu, 6 November 2024.
Daddy menambahkan bahwa terminologi program ini adalah perbaikan rutilahu, bukan pembangunan rutilahu. Hal ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat kebutuhan perbaikan rutilahu di Jawa Barat yang sangat besar.












