Nama Curug Cimahi amat dikenal masyarakat Bandung. Tentu, karena panoramanya yang mengundang decak kagum. Kawasan ini, juga bisa jadi wahana sport ‘tak disengaja’. Ya, sebab untuk menuju air terjun ini, pengunjung harus menuruni 520 anak tangga. Dan, uniknya, curug ini menyimpan kisah mistis. Kabarnya, bila ada sepasang kekasih datang ke sini, mereka bisa bubaran. Benarkah ?
Curug Cimahi terdapat di Kampung Cisarua, Desa Kertawangi, Kabupaten Bandung Barat. Tak sulit menuju tempat ini. Akses jalan bagus dan lancar pula. Hanya, bila akhir pekan atau hari libur, akses ke tempat ini ikut terhambat. Pasalnya jalur dari arah Kota Bandung menuju Bandung utara (Lembang), kerap macet. Maklum, kawasan Lembang selalu diserbu pelancong kala weekend.
Nah, bila telah sampai dipintu masuk Curug Cimahi, bersiap-siaplah melakukan sport ‘tak disengaja’ itu. Didepan mata terpampang jalan menurun dengan 520 anak tangga. Dari situ, pengunjung ditantang untuk meniti anak tangga sejauh 500 meter. Kecuramannya mencapai 45 derajat. Energi ekstra memang dibutuhkan untuk mencapai obyek wisata yang menebar hawa sejuk ini.
Meski menguras energi, tapi pengunjung bakal beroleh untung. Sebab jantung akan berpacu dengan cepat. Lalu aliran darah mengalir lancar. Keringat pun bakal mengucur deras. Bila demikian adanya, kondisi tubuh akan terasa nyaman. Apalagi paru-paru dengan mudahnya menyerap udara segar tanpa polusi. Rasa-rasanya, tubuh ini seolah menangkap energi alam yang maha dahsyat.
Setelah berkeringat menuruni anak tangga, pemandangan menakjubkan itu pun terpampang di depan mata. Itulah Curug Cimahi yang menebar pesona tiada tara. Sungguh produk keagungan Sang Kuasa yang pantas disyukuri.
Menurut pengelola Curug Cimahi, ketinggian air terjun ini mencapai 85 meter. Karenanya, tidak heran bila hempasan airnya sangat kuat dan gelegarnya terdengar sampai ratusan meter. Jatuhnya air yang diterpa angin pun menebar hawa lembab yang menyegarkan bila menyentuh permukaan kulit. Keadaan itulah yang paling disukai oleh pengunjung.
Keunikan Curug Cimahi semakin lengkap dengan keberadaan monyet-monyet hutan yang jinak dan bersahabat. Tidak sedikit para pengunjung yang memberi makan monyet-monyet itu. Bahkan banyak pula yang berfoto bersama. Kondisi itu pun membuat pengunjung betah dan selalu ingin berlama-lama di sekitar curug. (ERis)











