“Semua diambil fotonya di sini,” kata Roy, menunjukkan Genggam Studio yang berukuran 8,5 x 15 meter, dengan tinggi studio sekitar tujuh meter.
“Mungkin pada awalnya ini salah satu studio fotografer profesional individu atau perorangan terbaik. Teman-teman fotografer lebih senang diambil fotonya di sini,” cerita Roy, fotografer majalah ASRI (1984-1986) dan majalah LARAS (1987-1988).
Pada 1989, Roy memutuskan menjadi freelance fotografer, dan pada 1990 mendirikan studio kecil Genggal Photography, cikal bakal dari Genggam Studio. Roy membesarkan Genggam Studio di atas lahan seluas 600 meter di kawasan Cirendeu, Jaksel. Genggam Studio bekerja sama dengan banyak biro advertising dan graphic design. Di antara klien tetapnya, Yamaha dan Ajinomoto.













