Untuk proses preparasi bahan yang sudah selesai dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan formulasi sehingga didapatkan biokomposit gel dengan berbagai konsentrasi hidroksiapatit sebesar 0%, 10%, dan 15% dengan tambahan 10% ekstrak daun teh hijau untuk setiap konsentrasinya.
“Proses penelitian tidak usai begitu saja setelah formulasi, pengujian perlu dilakukan untuk menentukan kualitas dan efektivitas dari scaffold hidrogel ini,” imbuh Jovanka.
Jovanka menambahkan, inovasi yang mereka lakukan ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada bahan kimia impor, terlebih untuk bahan kimia sintetik yang biasanya digunakan dalam produksi peralatan dan material medis.
“Harapan kita agar inovasi ini dapat menjadi dasar dari pengembangan lanjutan biokomposit gel ramah lingkungan melalui produksi skala industri,” pungkasnya. (Red).












