“Dengan memanfaatkan karakteristik dari kedua bahan yang saling melengkapi, dapat dilakukan pengembalian pada gigi, bahkan melebihi produk komersil CPP-ACP,” ungkap Hasan yang di dukung Achmad Musa Nurhadi, anggota tim.
Menurutnya, adanya kandungan fluoride dan polifenol dalam biokomposit gel berpotensi memiliki efek positif tambahan. “Keberadaan fluoride dan polifenol tidak hanya sekedar mampu meningkatkan kekerasan gigi, namun juga berpotensi uji lanjut seperti pengujian kelarutan, stabilitas formulasi, pelepasan ion, sitoksisitas, toksisitas in vivo, organoleptik dan praklinis untuk memperkuat bukti ilmiah dan potensi biokomposit gel kami menuju aplikasi klinis,” ujarnya.
Sementara, Jovanka Sandy Ayudhea, anggota tim lainnya, menuturkan, pengembangan biokomposit gel ramah lingkungan dilakukan melalui beberapa tahapan. Awalnya, cangkang kerang hijau perlu dihilangkan kotoran terlebih dahulu, kemudian dibuat bubuk hidroksiapatit berukuran nano. Lalu, daun teh hijau kemudian dipanen dan diekstrak melalui metode maserasi, sehingga didapat ekstrak teh hijau murni.












