Cimahi, BEDAnews
Elemen Buruh dan pekerja mengancam akan mengepung PLN Distribusi Jawa Barat, karena merasa dirugikan PLN akibat pemadaman listrik secara bergilir. Koordinator Aksi Buruh Bandung Raya yang juga Ketua DPC SPSI Kota Cimahi Edi Suherdi mengungkapkan, akibat pemadaman bergilir yang dilakukan pihak PLN, sebagian besar industry di Bandung Raya mengalami kerugian, karena order yang harus diselesaikan menjadi tertunda.
Akibatnya, berdampak pada kerugian bagi kalangan buruh dan pekerja di Bandung Raya. “Dengan pemadaman listrik itu, perusahaan tidak melakukan proses produksinya, sehingga buruhpun tidak dibayarkan upah waktu tertentunya,” ucap Edi, Minggu (7/4).
Menurut Edi, akibat berhentinya produksi, akhirnya banyak perusahaan yang tidak mau membayar upah, sehingga hal ini merugikan kaum buruh dan pekerja di Bandung Raya. Sebab, industri di Bandung Raya sebagian besar merupakan perusahaan job order dari para buyer. Hal ini sangat berkaitan dengan pemberian upah bagi para karywaannya.
Dikatakan Edi, karena merasa dirugikan, atas kesepakatan beberapa elemen buruh dan pekerja di Bandung Raya, pihaknya akan melakukan aksi di depan gedung PLN Distribusi Jawa Barat untuk mempertanyakan kebijakan PLN melakukan pemadaman listrik secara bergilir tersebut. ”Kami sepakat untuk melakukan aksi ini. Rencananya kami akan mendatangi PLN Distribusi Jabar pada Kamis minggu ini,” sebut Edi.
Para buruh dan pekerja sudah dirugikan oleh PLN akibat kebijakan pemadaman listrik secara bergilir ini. Karenanya, pihak PLN harus mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah dilakukannya. “Jika PLN tetap melakukan kebijakan pemadaman secara bergilir, kami akan melakukan aksi besar-besaran,” tandasnya. (Bubun M).











