Karena itu, hilirisasi tidak boleh dipahami semata-mata sebagai pembangunan pabrik pengolahan hasil panen. Hilirisasi harus dimulai dari hulu, dari kemampuan bangsa memproduksi faktor-faktor produksi yang dibutuhkan petaninya sendiri.
Dalam perspektif pertahanan, keadaan ini mirip sebuah angkatan bersenjata yang memiliki alutsista modern tetapi tidak memiliki kemandirian logistik. Kekuatan semacam itu tampak mengesankan pada masa damai, namun rentan ketika krisis datang.
Di dunia pertanian, yang kalah terlebih dahulu bukanlah mereka yang lahannya sempit, melainkan mereka yang pasokannya terputus.
*Mitos Negara Agraris yang Harus Kita Kubur*
Selama puluhan tahun kita merasa aman karena menyebut diri sebagai negara agraris.













