“Ini akibat dari praktik yang tidak transparan dan tidak akuntabel. Kepercayaan publik jadi menurun,” katanya.
Dalam konteks ini, kehadiran program Koperasi Merah Putih menjadi sorotan. Program yang bertujuan membangun koperasi di tingkat Desa dengan dukungan pembiayaan hingga miliaran rupiah ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi lokal.
“Koperasi Merah Putih bisa menjadi motor penggerak ekonomi Desa, membuka akses pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Budi.
Namun ia mengingatkan bahwa, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesesuaian implementasi dengan prinsip koperasi.
Ia mempertanyakan secara kritis arah program tersebut.
“Koperasi Merah Putih ini sebenarnya untuk siapa? Kalau tidak benar-benar untuk anggota, maka ini hanya akan jadi program administratif, bukan gerakan ekonomi rakyat,” tegasnya.












