Budi juga menyoroti pendekatan kuantitas dalam pembentukan koperasi yang dikhawatirkan mengorbankan kualitas. Target pembentukan koperasi dalam jumlah besar dinilai berpotensi melahirkan koperasi yang tidak siap secara kelembagaan maupun manajerial.
“Jangan sampai koperasi dibentuk hanya untuk mengejar target angka. Koperasi yang tidak sehat justru akan menjadi beban dan merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti potensi masalah dalam skema permodalan yang melibatkan dana pemerintah dan pinjaman berbunga rendah.
Menurutnya, meski akses modal penting, ketergantungan berlebihan justru dapat melemahkan kemandirian koperasi.
“Kalau koperasi terlalu bergantung pada subsidi atau bantuan pemerintah, maka prinsip kemandiriannya hilang. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.












