Menurut Pardosi, hal tersebut menunjukkan, operasi militer modern tidak selalu identik dengan penggunaan kekuatan bersenjata secara langsung. Dalam banyak kasus, kehadiran militer justru berfungsi sebagai instrumen tekanan strategis yang memperkuat posisi tawar negara dalam proses penyelesaian konflik.
Tantangan berikutnya berada pada dimensi ruang. Operasi berlangsung ribuan kilometer dari pangkalan utama TNI AL sehingga membutuhkan kemampuan logistik, intelijen, komando dan kendali, serta koordinasi lintas instansi yang tidak sederhana.
“Keberhasilan mempertahankan operasi pada jarak sejauh itu menunjukkan berkembangnya kapasitas ekspedisi Indonesia. Kemampuan seperti ini selama bertahun-tahun identik dengan negara yang memiliki kemampuan blue water navy,” kata Pardosi.













