“Faktor yang paling menentukan adalah kemampuan menyinkronkan operasi militer dengan tujuan strategis nasional, diplomasi internasional, hukum internasional dan legitimasi politik domestik. Di situlah letak kekuatan ekspedisi modern yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pardosi menilai, keberhasilan pembebasan MV Sinar Kudus telah memberikan pelajaran penting bagi pengembangan strategi maritim Indonesia di masa depan.
Operasi tersebut membuktikan bahwa, Indonesia mampu tampil sebagai aktor maritim yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas untuk melindungi kepentingannya di tingkat global.
“MV Sinar Kudus bukan sekadar kisah keberhasilan penyelamatan sandera. Operasi ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu mengintegrasikan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional dan komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21,” pungkas Brigjen Marinir Freddy J.H. Pardosi. (Red).













