Karena itu, pemerintah memilih menggunakan kerangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang memungkinkan penggunaan kekuatan militer secara terukur tanpa mengabaikan aspek diplomatik dan kemanusiaan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan negara dan keselamatan para sandera.
Dalam penelitiannya, Pardosi menemukan, keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola tiga dimensi strategis sekaligus, yakni waktu, ruang dan kekuatan.
Pada dimensi waktu, Indonesia dinilai mampu merespons cepat dengan mengirim unsur TNI Angkatan Laut ke kawasan Laut Arab tanpa kehilangan kendali terhadap eskalasi situasi.
“Kehadiran kapal perang Indonesia merupakan pesan strategis bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya. Namun pada saat yang sama, pemerintah tetap membuka ruang bagi proses negosiasi dan penyelesaian diplomatik,” ungkapnya.













