Ia menegaskan, pengalaman tersebut membuktikan TNI AL memiliki kemampuan untuk mengoperasikan unsur-unsurnya dalam jangka waktu lama di wilayah yang jauh dari tanah air, sekaligus berinteraksi dengan berbagai armada negara lain yang berada di kawasan yang sama.
Pada dimensi kekuatan, Indonesia menerapkan konsep penggunaan kekuatan secara proporsional. Unsur kapal perang, pasukan khusus, dukungan intelijen dan negosiasi dijalankan secara simultan sesuai tujuan politik yang ingin dicapai pemerintah.
“Kekuatan tidak digunakan secara berlebihan. Seluruh instrumen diselaraskan dengan tujuan utama, yakni menyelamatkan warga negara Indonesia dan menjaga kepentingan nasional tanpa menciptakan eskalasi yang tidak diperlukan,” jelas Pardosi yang turut serta dalam operasi tersebut.













