• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » BNPT: Dekat Dengan Kafir, Polisi Jadi Sasaran Teror

BNPT: Dekat Dengan Kafir, Polisi Jadi Sasaran Teror

Asep Budi by Asep Budi
20 Agustus 2013
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan sasaran teror sudah bergeser kepada anggota polisi, karena polisi dianggap orang yang paling jahat dan simbol negara. Polisi juga dianggap dekat dengan kafir terbesar yakni Amerika dan Australia.

“Paling jahat artinya ketika para teroris bikin bom ditangkap, saat merampok bank atau toko emas, polisi juga yang menangkap,” kata Ketua BNPT Ansyad Mbai kepada wartawan saat kegiatan diskusi bertema “Damailah Indonesiaku Bersama Cegah Terorisme Membangun Kebersamaan Dengan Media” di Bobber Cafe di Jalan Sumatera, Selasa (20/8/2013).

Sejak 3 tahun belakangan, polisi kerap menjadi target karena tugasnya sebagai penegak hukum dianggap telah menghalangi upaya pelaku kriminal termasuk teroris. Polisi juga dianggap orang yang langsung berkolaborasi dengan kafir terbesar, yakni Amerika dan Australia.

Menurut Ansyad, siapa pun yang bertentangan dengan ideologi yang diyakini teroris, dianggap kafir. "Bagi mereka yang tidak seideologi itu, darahnya halal untuk dibunuh,” ungkap Ansyad lagi.

Penembakan pada polisi sebagai simbol Negara, menurut Ansyad, menyiratkan jika serangan ditujukan pada seluruh elemen di negeri ini. "Polisi itu simbol negara yang terdekat dengan masyarakat. Karena penyerangan pada polisi itu bukan hanya berarti urusan dengan polisi, tapi dengan semua," ujar Ansyad.

Ansyad mengakui jika Polisi memang banyak kekurangan. Namun kekurangan itu bukan semata-mata dari pribadi polisi, akan tetapi dibentuk juga dengan kultur yang ada di masyarakat. “Tugas kita sebagai masyarakat, memberi support dan ikut berperan aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif," pungkas Ansyad. (Lanie)

BeritaTerkait

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
Previous Post

Pemkab Garut Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Jalan 2013

Next Post

Panwascam Pileg 2014 Ciamis Dan DOB Pangandaran Dilantik

Related Posts

TNI-POLRI

TNI Kembali Berangkatkan Ratusan Pasis untuk Penyuluhan Penanganan Karhutla di Tiga Provinsi

8 November 2026
TNI-POLRI

Dansatgas TMMD Ke-130 Tinjau RTLH Septer Mandacan, Pembangunan Rampung 100 Persen

8 November 2026
TNI-POLRI

Penuh Keakraban, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Bersama Warga Bersihkan Lingkungan Kampung

8 November 2026
TNI-POLRI

Estafet Kepemimpinan Kodim 0733/Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo Serahkan Jabatan kepada Letkol Inf Khusnun Dwi Putranto

8 November 2026
Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
TNI-POLRI

PENYELAM TNI AL DAN TIM GABUNGAN BERHASIL EVAKUASI FDR DAN EKOR HELIKOPTER MI-17V5 HA-5235

8 November 2026
Next Post

Panwascam Pileg 2014 Ciamis Dan DOB Pangandaran Dilantik

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021