Audiensi ini juga membahas pengembangan program bersama, di antaranya peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas lapas, penguatan mekanisme deteksi dini narkoba melalui tes rutin, hingga kolaborasi dalam program pemberdayaan dan keterampilan bagi WBP agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal positif.
Kunjungan audiensi ini meneguhkan kembali komitmen BNNP Jawa Tengah dan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang untuk tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di dalam lapas. Sinergi, kolaborasi, serta penguatan peran masing-masing pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman dan mendukung pemulihan WBP.
“Mari kita wujudkan lapas yang tidak hanya bersih dari narkoba, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan rehabilitasi yang bermakna. Kolaborasi adalah kunci, dan kami percaya bersama-sama kita bisa menjadikan Lapas Perempuan Semarang sebagai role model lapas bersih narkoba di Jawa Tengah,” tutup Kepala BNNP Jateng. (Red).












