SEMARANG || Bedanews.com – Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) tidak bisa dilakukan secara parsial. Lingkungan pemasyarakatan kerap menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba, mengingat sebagian besar warga binaan pemasyarakatan (WBP) terjerat kasus narkotika. Untuk itu, pengawasan ketat dan sinergi antarinstansi mutlak diperlukan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang melakukan kunjungan audiensi ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng), Rabu (3/9).
Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis, baik dalam pengawasan, rehabilitasi, maupun pembinaan bagi WBP.
Melalui keterangannya, Rabu (3/9), Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, menegaskan bahwa, BNN tidak bisa bekerja sendiri. “Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang untuk memperkuat sinergi. Pengawasan di lapas harus terus dijaga dan ditingkatkan, karena masih banyak WBP yang berhubungan dengan kasus narkotika. Jangan sampai ada celah penyelundupan barang haram ini masuk ke dalam. Selain itu, proses rehabilitasi juga harus berjalan beriringan agar pembinaan bagi WBP lebih efektif,” ujarnya.












