Ia menekankan bahwa, kejahatan narkotika merupakan kejahatan lintas sektor dan lintas generasi yang tidak bisa ditangani oleh BNNP saja. “Kami menyadari bahwa tidak mungkin BNNP bekerja sendiri dalam memerangi narkoba yang peredarannya kian masif dan menyasar semua kalangan. Karena itu, kami datang untuk mengajak Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan sipil terbesar di Indonesia, untuk bersinergi dan bergandengan tangan bersama kami. Muhammadiyah memiliki kekuatan struktur, jaringan pendidikan, kesehatan, hingga kepemudaan yang sangat potensial dalam mendukung upaya P4GN,” tegasnya.
Kepala BNNP juga menyampaikan bahwa, kerja sama ini merupakan bagian dari penguatan akselerasi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya Cita ke-7: Reformasi Politik, Hukum dan Birokrasi serta Pemberantasan Korupsi dan Narkoba. Upaya pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan hanya dari sisi hukum dan penindakan, tetapi harus didukung oleh pendekatan sosial, edukatif, dan spiritual melalui sinergi dengan organisasi keagamaa,” imbuhnya.













