Melalui keterangannya, Rabu (27/8), Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K, S.H, M.Hum, menegaskan bahwa, persoalan narkoba di Jawa Tengah sudah memasuki fase yang mengkhawatirkan. Jawa Tengah menempati peringkat ke-7 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Kondisi ini menjadi alarm serius bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kami menyadari bahwa ancaman narkoba begitu nyata dan terus menggerogoti generasi muda. Jawa Tengah saat ini berada pada posisi ketujuh dengan jumlah pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Angka ini tidak bisa dianggap sepele. Oleh karena itu, BNN Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah kolaboratif dengan menggandeng lembaga-lembaga strategis, terutama organisasi keagamaan yang memiliki basis massa luas dan pengaruh moral yang kuat. NU adalah salah satu mitra paling tepat. Kami percaya nilai-nilai luhur agama bisa menjadi benteng utama yang menjaga masyarakat, khususnya keluarga, agar tidak terjerumus dalam bahaya narkotika. Dengan dukungan PWNU, kita bisa membangun gerakan kolektif dari tingkat bawah hingga atas untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tegas Agus Rohmat.












