*Pertama,* gangguan pasokan mikrochip global berpotensi mengganggu sektor industri elektronik dan otomotif Indonesia, termasuk pabrik-pabrik Jepang dan Korea yang beroperasi di dalam negeri. Kita mungkin tidak memproduksi mikrochip, tetapi kita sangat bergantung pada komponen yang menggunakan mikrochip.
*Kedua,* kenaikan harga energi berkepanjangan. Dengan semakin tidak stabilnya jalur pelayaran di Timur Tengah dan potensi gangguan baru di Selat Taiwan, maka Selat Malaka dan Selat Lombok dua jalur laut terpenting bagi Indonesia akan menjadi semakin padat dan berisiko. Biaya asuransi kapal dipastikan naik, dan pada akhirnya harga barang ikut melambung. Rakyat kecil yang paling akan merasakan dampaknya.
*Ketiga,* investasi China ke Indonesia sangat mungkin melambat. China akan memfokuskan sumber daya ekonominya untuk persiapan menghadapi kemungkinan konflik di sekitar Taiwan, atau setidaknya untuk memperkuat ketahanan ekonominya sendiri di tengah tekanan AS. Proyek-proyek infrastruktur yang selama ini menjadi andalan kerja sama bilateral kita bisa tertunda atau bahkan dibatalkan.













