Sekali lagi saya tegaskan: ini bukan soal pro-Iran atau anti-AS. Ini soal kepentingan nasional Indonesia. Ini soal kemanusiaan. Ini soal hukum internasional versus hukum rimba.
*Apa kepentingan kita? Izinkan saya merangkainya kata-kata secara ringkas namun dalam:*
Kita ingin harga energi tetap stabil, bukan melambung karena ulah segelintir orang yang bermain perang. Kita ingin Selat Hormuz tetap terbuka, karena di sanalah denyut nadi ekonomi dunia berdetak. Kita ingin rakyat kecil, nelayan, sopir, pedagang, ibu-ibu yang memasak untuk keluarganya tetap bisa tersenyum, tidak jadi korban bisu dari konflik yang tak mereka pahami. Dan di atas semua itu, kita ingin hukum internasional ditegakkan, karena hanya dengan hukum yang lemah menjadi tempat berlindung dari kesewenang-wenangan yang kuat.













