Coba renungkan: siapa yang benar-benar ingin damai? Dan siapa yang hanya pura-pura sambil jarinya tetap di pelatuk? Dunia tidak bodoh. Dunia bisa melihat.
*Rakyat Kecil yang Membayar*
Ini bukan hanya tentang Iran atau Amerika. Ini tentang rakyat Indonesia, India, China, Eropa, dan Afrika.
Begitu Hormuz ditutup, harga minyak langsung meroket. Brent naik ke 96 dolar AS per barel. WTI ke 90 dolar. BBM naik. Harga pangan ikut melambung. Nelayan, sopir truk, pedagang pasar, ibu yang memasak untuk anak-anaknya, merekalah yang membayar mahal dari pertarungan para jenderal dan politisi di Washington dan Teheran.
Dan ada kabar yang lebih dekat dengan kita: dua kapal tanker milik Pertamina saat ini terjebak di Selat Hormuz. Nasib mereka tidak jelas. Aset nasional kita disandera dalam konflik yang bukan urusan kita. Saya bertanya, sebagai perwira yang dulu bersumpah untuk kemanusiaan:













