Ia menuturkan mengenai rincian anggaran belanja yang sudah dilakukan pemangkasan, terutama yang berkaitan dengan anggaran perjalanan dinas yang sebelumnya mencapai Rp73,98 miliar, sekarang hanta Rp36,99 miliar. Ada sekitar 50 persen anggaran yang dipangkas.
Begitu juga dengan anggaran belanja cetak, dari Rp 2 miliar, setelah dilakukab penyesuaian sebesar Rp201 juta, swkaramg menjadi Rp 1,81 miliar. Untuk honorarium semula Rp 94 miliar setelah penyesuaian sebesar Rp2,6 miliar, sekarang jadi Rp91,3 miliar.
Orientasi pemangkasan anggaran tersebut, ia menjelaskan, direlokasikan langsung untuk kepentingan masyarakat berupa pembangunan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp24,87 miliar dalam bidang sanitasi dan infrastruktur.
“Pastinya relokasi anggaran itu diperuntukkan pula pada bidang pendidikan sebesar Rp7,5 miliar dan kesehatan sebesar Rp9,7 miliar. Berikutnya dalam upaya penanganan pengendalian inflasi sebesar Rp4,6 miliar, pula penyediaan cadangan pangan sebesar Rp3 miliar,” katanya.












