KAB. BANDUNG || bedanews.com — Sudah bertahun-tahun lelaki paruh baya bernama Tejo (50), warga Kabupaten Bandung, itu tak bertemu dengan anak sulungnya, Sumiati (20), yang bekerja di sebuah pabrik. Hingga suatu malam, saat dia pulang dari warung, ia mendapati Sumiati tengah menangis sesenggukan di ruang tengah.
Gembira campur sedih berbaur menjadi satu hati Tejo mendapati anaknya sudah pulamg ke rumah, tapi ia heran mengapa anaknya menangis begitu memilukan, “Neng kok kamu pulang langsung nangis? Ada apa gerangan?” kata Tejo waktu itu sekitaran sebulan lalu menceritakan kisahnya kepada bedanews.com, Senin 31 Oktober 2022.
Menurut Tejo ketika itu Sumiati tidak menjawab, ia mengangkat wajahnya, lalu berdiri merangkul bapaknya sambil berbisik, “Maafkan Sumi Pak yang belum bisa membalas kebaikanmu?” ujar Sumi.
Tejo merasakan tubuh anaknya begitu dingin, dan air mata Sumi sangat hangat sekali. Karena terharu ia pun ikut meneteskan air mata, dan mengusap belakang kepala Sumi penuh kasih sayang.
Dikemukakan Tejo, tidak ada pembicaraan waktu itu. Hanya isak tangis saja yang begitu terdengar lirih. Hingga beberapa saat kemudian. “Pak, Sumi mohon maaf lahir batin kalau punya kesalahan terhadap Bapak,” ungkap Sumi lirih.
Tejo merasa curiga ada apa ini sebenarnya, lalu dipandangnya mata anaknya dengan tajam. Seketika Tejo merasakan merinding. Sinar mata anaknya itu begitu redup. Wajahnya pucat pasi. Dan hatinya bergetar. Ia merasa Sumi sudah berbeda saat itu.
Dengan suara bergetar ia menjawab, “Anakku, kalau memang sudah waktumu untuk kembali pulang ke hadirat Alloh SWT, sungguh Bapak tak bisa mencegahnya. Hanya doa yang bisa Bapak berikan kepadamu, semoga Alloh yang Maha Pengasih mengampuni semua salah dan dosamu, diterima Iman dan Islamnya, dan ditempatkan di Surga-Nya. Aamiin,” ungkapnya penuh ikhlas.
Sesaat kemudian Tejo melihat tubuh anaknya perlahan-lahan menghilang, dan ia pun jatuh pingsan menerima kenyataan itu, tuturnya kepada bedanews.com.
Keesokan harinya Tejo kedatangan mobil ambulan yang membawa jasad anaknya bersamarekan-rekan kerjanya yang menyatakan kalau anaknya meninggal karena sakit dan tidak tertolong.***













