Inovasi ini berhasil meningkatkan produksi sumur yang bertekanan rendah hingga 15 kali lipat dibandingkan kondisi awal. Kemudian di lapangan TSS menunjukkan kestabilan produksi gas berhasil mencapai 117 persen dibandingkan target yang telah ditetapkan untuk tahun 2025.
Di sisi operasional, kinerja ditopang oleh percepatan jadwal pengeboran dan intervensi sumur dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
“Pendekatan operasional migas yang terintegrasi dan penguatan budaya selamat menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan kinerja PHSS dan PEP di Zona 9 dalam mendukung ketahanan energi nasional,” pungkasnya. (Red).












