Selain itu, terdapat teknologi Pertasolvent yang berhasil meningkatkan produksi sumur hingga hampir empat kali lipat dibandingkan kondisi awal.
Teknologi Pertasolvent merupakan semacam pelarut (solvent) yang digunakan untuk mengatasi masalah High Pour Point Oil (HPPO), dimana minyak yang diproduksikan memiliki titik tuang (pour point) lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa. Teknologi itu diterapkan di Lapangan Mutiara dan Pamaguan.
Untuk produksi gas, PHSS menerapkan teknologi Capillary String yang dapat menekan potensi gangguan aliran dan meningkatkan stabilitas produksi sekitar 0,36 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
Sementara itu, Pertamina EP Sangasanga mengaplikasikan Wellhead CompressorMini Gas Compressor pada sumur-sumur borderless atau yang beririsan dengan wilayah kerja/entitas Pertamina lainnya.












