Kenaikan 1% PPN tersebut bahkan tak dikenakan ke barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, ikan, sayur, cabai dll, karena akan langsung memberatkan masyarakat kecil. Presiden Prabowo mengerti, perut rakyat harus terus dijaga dengan menjamin rantai pasokan makanan yang selalu tersedia dengan harga terjangkau. Tak seperti di banyak negara lainnya, di mana barang kebutuhan pokok pun selalu naik pajaknya.
Pemerintah juga mempersiapkan stimulus yang mencakup bantuan pangan untuk 16 juta rumah tangga yang terdiri dari 10 kg beras per bulan selama dua bulan, diskon listrik 50% bagi pelanggan 2200 VA ke bawah, dan insentif bagi UMKM melalui perpanjangan PPh Final 0,5% hingga 2025. Artinya, pemerintah tak hanya berpikir bagaimana memberikan manfaat layanan yang lebih luas, tapi juga mesti menjaga keberlangsungan hidup masyarakat kecil pasca penerapan kenaikan 1% PPN. Menyitir Pak Prabowo dalam Pidato Kepresidenan Perdana (20/10/2024), “Wong cilik (rakyat) iso gemuyu, rakyat bisa tertawa.”













