Pencapaian target PAD Kalteng itu, lanjut Kaspinor terutama didorong pemasukan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor, dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor.
Rinciannya, pajak bahan bakar kendaraan bermotor tahun 2020 yang ditarget sebesar Rp 400 miliar lebih hingga Juni telah terealisasi Rp 232 miliar lebih atau mencapai 58 persen, bea balik nama kendaraan bermotor yang ditarget Rp 277 miliar lebih telah terealisasi Rp 148 miliar lebih atau mencapai 53,63 persen, dan PKB yang ditarget Rp 312 miliar lebih telah terealisasi Rp 157 miliar lebih atau mencapai 50,49 persen.
Penerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya XX tahun dari Presiden RI tersebut menambahkan, pencapaian PAD ini tak lepas dari sejumlah terobosan dari Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, terutama dengan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.













