Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kredit konsumer bank bjb memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan jenis kredit lainnya. Pasalnya kredit konsumer memiliki risiko yang lebih rendah. Terbukti catatan non performing loan hanya berada di level 0,2%.
Portofolio berikutnya diisi oleh penyaluran kredit pensiun yang tumbuh agresif mencapai 35,6% menjadi Rp15,33 triliun pada kuartal tiga. Sementara kredit mikro meningkat 9,4% menjadi Rp5,76 triliun. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank bjb juga mengerek naik dan tumbuh 10% menjadi Rp92,53 triliun dengan dana murah (CASA) mendominasi 51,5%.
Serangkaian catatan gemilang tersebut diyakini cukup menjadi alasan bank bjb untuk dapat bertahan, bahkan tumbuh positif di tahun 2020.
Tidak heran jika dalam kurun waktu satu bulan terakhir, bank bjb banyak dianugerahi penghargaan terkait capaian kinerja finansial.
Pertama, bank bjb dinobatkan sebagai salah satu peraih penghargaan Bank BUMD Terbaik pada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Awards 2019. Kontribusi bank bjb dalam memajukan perekonomian daerah maupun nasional di tengah situasi perekonomian global yang bergejolak menjadi salah satu pertimbangan pihak Kadin memberikan ganjaran tersebut.











