Enjang berharap dengan dibangunnya tradisi berpikir yang lurus,outcome dari civitas FDK dapat menghasilkan sesuatu yang inovatif tetapi tidak keluar dari sesuatu yang bersipat normatif.

Sementara,Ketua lesbumi PC NU Cianjur Dr.KH.Dadang Ahmad Fajar, M.Ag,CGHNC, CHC, CNLPC, CPS, merespon positif dilakukannya kajian Maqulat Syathibi, sebagai salah satu methode cara berpikir kritis dan sietematis.
Menurutnya, membangun tradisi berpikir kritis dan sistimatis sangat urgen di lembaga pendidikan formal dan non formal
Begitu juga membangun tradisi olah pikir yg berbasis pesantren sabagai dirindukan dalam menjaga, kematangan logika civitas pondok pesantren sebagai bagian dari budaya akademik pondok pesantren.
Sebab itu, Maqulat Syatibi merupakan salah satu karya monumental dari seorang ulama kharismatik dari kalangan pesantren sampai sekarang masih relevan dan di butuhkan dalam memecahkan problematika baik masalah ketuhanan maupun kemanusiaan













