Cimahi, BEDAnews-
Jika menengok sumber daya yang ada, Kota Cimahi ternyata memiliki segudang atlet yang cukup potensial diberbagai cabang. Sayangnya, keterbatasan fasilitas dan pembinaan masih menjadi masalah di Kota yang hanya tiga kecamatan ini. Tengok saja seperti salah satu atlet senam Ahmad Mahdi Zulkarnaen, atlet senam yang sudah mengharumkan nama Jawa Barat di ajang Pekan Olah Raga (PON) maupun kejuaraan lainnya.
Koswara (43), warga RT 03/19 Kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah, ayah kandung Mahdi menyebutkan, anaknya banyak meraih seabreg juara baik di ajang Porda maupun kejuaraan senam yang digelar di tingkat regional maupun nasional. “Selain mengharumkan nama Cimahi di arena kejuaraan resmi seperti PON, anak saya juga pernah beberapa kali membela nama Kota Cimahi di ajang Porda Jabar yang digelar di Indramayu, Karawang, hingga terakhir 2010 di Bandung dan membela Jabar di PON tahun 2012 di Riau, tentu saja prestasi ini bagi kami sekeluarga cukup membanggakan, “ katanya.
Diapun melanjutkan, sejak kelas 3 SD anakn pertamanya itu sudah mulaimengenal olah raga senam saat kejuaraan senam yang digelar Bapopsi dia sabet gelar juara 3 tingkat Jabar. Waktu kelas 6 SD, dia berhasil menyabet gelar juara tiga pada Kejuaraan Senam anak usia dini tingkat nasional di Jakarta. Karier Mahdi sebagai atlet senam dilanjutkan dengan membela Kota Cimahi di arena Porda Jabar yang digelar di Indramayu, Karawang hingga Bandung, selain menyumbangkan medali perunggu dan perak diapun pernah meraih medali emas. Teakhir, bersama tujuh atlet senam lainnya Mahdi dikirim ke Korea oleh Koni Jabar untuk ikut try out selama empat bulan.
Sayangnya, kata Koswara, prestasi yang diperlihatkan Mahdi, kurang ditunjang dengan pembinaan baik dari Pengcab Persani maupun Koni Kota Cimahi, karenanya tak heran jika menjelang Porda beberapa daerah di Jawa Barat meliriknya untuk memperkuat tim senam.”Anak saya bukan tidak cinta kepada kampong halaman sendiri yakni Kota Cimahi, namun karena pembinaannya tidak berkesinambungan, sepertinya pada Porda yang akan datang akan membela daerah lain yang punya perhatian lebih kepadfa atlet, karena kami juga butuh untuk biaya bagi kuliah Mahdi yang saat ini baru menginjak smester tiga di STKIP Pasundan Cimahi,” jelas suami Aan Rukmini ini.
Sementara Ahmad Mahdi berharap supaya Kota Cimahi bisa memberikan perhatian lebih kepada para atlet yang membawa nama kota ini di forum provinsi atau nasional. Karena didaerah lain, pembinaan dilakukan tidak hanya menjelang even saja, namun dilakukan secara kontinyu, sehingga para atlet pun memiliki motivasi dan semangat untuk terus membela daerah asalnya. “Di Cimahi pembinaan dilakukan hanya beberapa bulan saja saat menjelang even padahal ditempat lain dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya.(bun)











