“Kendalikan Dampak AI, Tegakkan Keadilan dalam Dunia Kerja! Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence membawa perubahan besar dalam dunia kerja. Di satu sisi, teknologi ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Namun di sisi lain, tanpa regulasi yang kuat, AI berpotensi menggantikan peran manusia, memperluas ketimpangan, serta menciptakan bentuk baru eksploitasi kerja berbasis digital,” ujarnya.
Ditambahkannya, banyak pekerja kini menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan, penurunan kualitas kerja, hingga pengawasan berlebihan melalui sistem algoritma yang tidak transparan.
Oleh karena itu, negara harus hadir untuk:
– Mengendalikan penggunaan AI, agar tidak merugikan pekerja.
– Menjamin penerapan Human-Machine Collaboration yang adil, di mana teknologi mendukung—bukan menggantikan—manusia.













