Logikanya ngawur:
*Tuntut* : “Presiden harus turun, dialog dong!”
1. *Giliran dikasih* : Menteri datang bawa data APBN, data beras, data hilirisasi.
2. *Reaksi* : Teriak, “Kami tidak mau data! Kami mau revolusi!”
Itu namanya bukan “diskusi”. Itu “pentas drama”*. Tujuannya bukan “cari solusi”. Tujuannya “viral + bikin Presiden malu”.
*Ilmuwan beneran* : Kalau datanya salah, dia bantah pake data lain + jurnal.
*Ilmuwan UUD 2002* : Kalau datanya nggak sesuai selera, dia tutup telinga + teriak “Rezim!”.
Jauh dari dunia ilmiah. Dekat ke “dunia pasar malam”.
*HILANG NYA PANCASILA DI KAMPUS UGM*
1. “UGM Gagal Ciptakan Ilmuwan Beradab” → Akarnya di “Hilangkanya Pancasila”, padahal UGM sejarahnya adalah Pusat Studi Pancasila ada Prof Noto Negoro, punggawa Pancasila . Yang menjadi promotor pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Presiden Soekarno dalam bidang Ilum Tata Negara Pancasila.













