Jakarta, BEDANEWS-
Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebut ada empat potensi anggaran pada APBN 2014 yang diduga akan digunakan untuk kepentingan politik jelang Pemilu 2014.
Menurut Sekjen FITRA Yenny Sucipto, keempat potensi bocornya APBN 2014 tersebut akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2014. “dari empat potensi yang ada kesemuanya di asumsikan akan dimanfaatkan untuk kepentingan politik saja, oleh karenanya kami mendesak pemerintah untuk melakukan transparansi dan informasi dalam penggunaan anggaran yang berpotensi bocor tersebut untuk kepentingan politik menjelang Pemilu 2014 pada publik” ungkapnya.
Dia menyebut, empat potensi kebocoran APBN 2014 antara lain BUMN sebagai “Sapi Perahan”: Laba di tahan sebesar Rp 407,3 triliun dan Laba tidak disetor di 15 BUMN berpotensi di manfaatkan oleh kelompok kepentingan politik menjelang Pemilu 2014. Selain itu, kata Yenny, Alokasi dana optimalisasi sebesar Rp 26,9 triliun yang Syarat kepentingan menjelang pemilu 2014, tanpa dibarengi evaluasi kinerja K/L dan berpotensi. menjadi dana titipan menjelang pemilu 2014.
Ada juga Program-program populis dengan total Rp 52,9 trililun: tersebar di beberapa program, seperti Bantuan Siswa Miskin, PKH, SJSN dan PNPM berpotensi sebagai alat mobilisasi di daerah. “ Sedangkan Bantuan Sosial sebesar Rp 75,7 triliun tersebar di 14 K/L: dimana Rp 25,6 triliun tersebar di 10 Kementerian/Lembaga dengan Menterinya berasal dari Partai Politik. (*/bun)











