• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Selasa, Mei 5, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Antara Negara Hukum dan Bangsanya yang Tak Taat Hukum: Analisa Aksi Demo Anarkis Di Indonesia

Antara Negara Hukum dan Bangsanya yang Tak Taat Hukum: Analisa Aksi Demo Anarkis Di Indonesia

Hargib by Hargib
31 Agustus 2025
in Edukasi, Headline, Hukum
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Namun faktor struktural lain tak kalah penting: saluran aspirasi formal yang lemah. Jika DPR, komisi pengawas, atau mekanisme pengaduan publik dirasa lamban, tidak responsif, atau tidak dapat dipercaya, warga akan mencari cara lain untuk didengar. Jalanan menjadi pilihan terakhir. Sayangnya, jalanan juga adalah ruang yang dapat dimasuki oleh aktor-aktor oportunistik: provokator, penjarah, atau kelompok yang memanfaatkan kekacauan untuk kepentingan ekonomi dan kriminal mereka sendiri.

Di sinilah peran media sosial dan ekonomi perhatian menambahkan dimensi baru yang berbahaya. Laporan-laporan menunjukkan bahwa selama peristiwa itu, sejumlah akun melakukan siaran langsung (live) dari lokasi kerusuhan — dan platform seperti TikTok memiliki mekanisme monetisasi yang memungkinkan “gift” berbayar diberikan kepada kreator. Aliran hadiah ini, meskipun kecil per unit, dalam jumlah banyak dapat menjadi sumber pendapatan signifikan. Ketika dramatisasi, kekerasan, atau sensasi menjadi nilai dagang, insentif berubah: bukan hanya politik atau tuntutan yang mendorong massa, tetapi juga potensi keuntungan finansial bagi pelaku atau pembuat konten. Sebagai respons atas eskalasi kekerasan dan penyebaran konten berbahaya, TikTok sempat menangguhkan fitur LIVE di Indonesia untuk beberapa hari, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa monetisasi siaran langsung menjadi masalah nyata yang perlu penanganan cepat. (Sumber: Reuters, Bloomberg).

BeritaTerkait

Manifesto May Day  2026  Dan Elegi ‘Gerbong Surga’

4 Mei 2026

Pembentukan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Perilaku Seks Menyimpang dan Dampak Negatif Era Digital Sangat Penting

4 Mei 2026
Page 3 of 6
Prev1234...6Next
Tags: anarkisDemokrasiDemontrasi anarkisIndonesiaNegara hukumtak taat hukum
Previous Post

Peduli Terhadap Generasi Muda, Babinsa Sosialisasi Bahaya Narkoba

Next Post

TNI Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

Related Posts

Edukasi

Manifesto May Day  2026  Dan Elegi ‘Gerbong Surga’

4 Mei 2026
Edukasi

Pembentukan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Perilaku Seks Menyimpang dan Dampak Negatif Era Digital Sangat Penting

4 Mei 2026
Ekonomi

Jabar Serahkan Aspirasi Pencabutan Moratorium Pemekaran Daerah ke DPD RI

3 Mei 2026
Hukum

Diduga Terlibat Pencurian, Imigrasi Ngurah Rai bersama Imigrasi Bogor dan Polresta Bogor Amankan Tiga WNA

3 Mei 2026
Edukasi

DPRD Jabar Konsultasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan Ke Kementerian

2 Mei 2026
Edukasi

Tema Pendidikan Nasional 2026, kata Dewan PAN Yadi: itu Bisa Dilaksanakan tapi Tidak Otomatis

2 Mei 2026
Next Post

TNI Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021